Morula IVF

USG 4 Dimensi: Kegunaan dan Prosedur yang Perlu Diketahui

January 12, 2023

USG 4 Dimensi: Kegunaan dan Prosedur yang Perlu Diketahui

Apakah Anda sudah tidak sabar menanti kehadiran si buah hati? Sedang mengandung dan ingin mengetahui perkembangan janin Anda seperti apa? 

Tahukah Anda, telah hadir teknologi terbaru untuk memantau perkembangan janis melalui USG 4 dimensi (4D). Alat ini merupakan favorit ibu hamil untuk melihat dan mengamati bayi dalam kandungan dengan lebih jelas. 

Ultrasonografi atau disingkat USG merupakan salah satu metode pencitraan yang umum digunakan untuk memantau kehamilan. Seiring teknologi yang berkembang, USG kini tersedia dalam beberapa jenis, yaitu USG 2 dimensi, 3 dimensi, dan 4 dimensi (4D).

Namun, setiap jenis USG memiliki karakteristik dan keunggulannya masing-masing, begitu pula USG 4 dimensi ini. Lalu, seperti apa penjelasan lengkap mengenai USG 4 diimensi? 

Pengertian USG 4 Dimensi

USG 4D adalah salah satu jenis USG dimana ini merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan USG sebelumnya yaitu USG 2D dan 3D. Meski manfaatnya sama yakni memeriksa kondisi dan perkembangan janin dalam kandungan. Namun, hasil pemeriksaan USG 4D dinilai lebih detail karena menghasilkan gambar bergerak (aktif) dibanding USG 2D dan 3D yang menghasilkan gambar diam (pasif). Selain itu, alat ini juga mampu menampilkan efek video, sehingga Anda bisa melihat wajah janin Anda dengan jelas. Misalnya saja saat bayi sedang tersenyum atau menguap. 

Kegunaan USG 4 Dimensi

USG 4 Dimensi merupakan teknologi terbaru, apakah secanggih itu? Ada dua keunggulan USG 4 Dimensi diantaranya adalah mampu memantau pergerakan janin dengan lebih jelas dan mendeteksi kelainan pada janin lebih akurat. 

Berbicara mengenai salah satu peran USG 4D yang mampu mendeteksi kelainan janin. Berikut ini, contoh beberapa kelainan bawaan lahir yang bisa dideteksi melalui USG 4D. 

  • Kelainan jantung bawaan pada janin.
  • Janin mengalami cacat pada celah mulut atau langit-langit.
  • Jumlah jari tangan dan kaki yang berlebih pada janin.
  • Adanya kelainan bentuk telinga.
  • Adanya kelainan bentuk tulang belakang.
  • Adanya kelainan bentuk rahang (mikrognatia).

Sehingga, ibu hamil yang mempunyai risiko komplikasi rendah biasanya disarankan menjalani setidaknya satu kali pemeriksaan USG. Namun, jika ibu hamil berusia lebih tua atau kondisinya beresiko, pemeriksaan biasanya lebih dari satu kali. 

Sebab, USG dinilai sebagai pemeriksaan penting untuk memberikan gambaran mengenai kondisi ibu dan janin pada setiap trimester kehamilan. Sehingga, tujuan pemeriksaan USG 4 Dimensi antara lain;

  • Memastikan masa kehamilan dan perkiraan tanggal kelahiran.
  • Memastikan jumlah janin yang terkandung.
  • Memastikan tidak adanya kehamilan ektopik.
  • Menentukan jenis kelamin pada bayi.
  • Mendeteksi masalah pada rahim, ovarium, serviks, ataupun plasenta.
  • Mendeteksi bila ada kecacatan lahir.
  • Mendeteksi dan memantau detak jantung pada janin apakah bermasalah atau tidak.
  • Memantau usia dan perkembangan pada janin.
  • Memantau posisi janin di dalam rahim apakah normal atau bermasalah.
  • Memantau seberapa banyak cairan pada ketuban.

Prosedur Pelaksanaan USG 4 Dimensi 

Lalu, bagaimana dengan prosedur pelaksanaan USG 4 Dimensi? Biasanya wanita hamil akan dibaringkan di tempat pemeriksaan, lalu dokter kandungan akan mengoleskan gel di perut dan menempelkan transduser. 

Transduser adalah suatu alat yang akan digeser-geser selama pemeriksaan untuk mendapatkan visualisasi janin secara optimal. Hasil pemeriksaan dari tes tersebut berupa gambar bergerak yang nampak di layar monitor. Lalu, dokter akan menjelaskan hasil pemeriksaan sembari mengamati pergerakan janin.

Perlu diketahui, Ultrasonografi ini dilakukan dengan memantulkan gelombang suara agar tercipta gambaran janin di dalam kandungan. Gelombang suara akan dipancarkan oleh alat berbentuk tongkat bernamat transducer, bisa ditempelkan pada perut atau dimasukkan ke dalam vagina.

Prosesnya adalah gelombang suara tersebut akan memantul pada organ-organ internal, cairan, dan tubuh janin. Pantulan ini kemudian diubah ke dalam bentuk empat dimensi sesuai jenis USG ini. Perbedaan USG dari 2D, 3D, hingga 4D adalah pada bentuk gambar yang muncul dan apa saja yang dapat dideteksi.

Menariknya, USG 4 dimensi memungkinkan Anda mengamati detak jantung, aliran darah, dan kelainan yang mungkin ada, seperti bibir sumbing. Anda juga dapat mengamati secara langsung aktivitas dari berbagai organ janin secara jelas di USG 4D. Perangkat ini mampu menampilkan gambar yang terus diperbarui dengan hasil seperti gambar bergerak atau video.

Pertanyaan Umum Seputar USG 4D

Berikut ini beberapa pertanyaan umum seputar USG 4D yang sering ditanyakan. Untuk mengetahui info lebih lanjut, Anda bisa menyimak ulasan setiap pertanyaan di bawah ini.

USG 4D di usia kehamilan berapa?

Pemeriksaan USG ini tidak bisa dilakukan pada kehamilan yang terlalu dini atau awal. Umumnya, Anda dapat melakukan pemeriksaan ini saat usia kehamilan mencapai 26 minggu. Sebab, sebelum memasuki usia ini, lapisan lemak di bawah kulit janin masih tipis, akibatnya hasil pemeriksaan tidak bisa optimal.

Apakah boleh USG 4D setiap bulan?

Berbicara mengenai boleh tidaknya, secara ideal, pemeriksaan USG bisa dilakukan sebanyak tiga kali pada tiap trimester. Namun, jika dokter menemukan adanya masalah kehamilan tertentu, kemungkinan akan ada pemeriksaan USG lanjutan

Apakah hasil USG 4 dimensi akurat?

Setelah masa kehamilan mencapai 34 minggu, organ-organ pada janin biasanya sudah terbentuk sempurna, termasuk jenis kelamin. Sehingga, dokter pun menyarankan untuk melakukan pemeriksaan USG 4 D untuk melihat kondisi janin secara aman. 

Pada USG 4 dimensi ini, tingkat keakuratan jenis kelamin bisa mencapai hampir 100 persen. Namun, setiap hal tentu saja ada kemungkinan kesalahan, meski sangat kecil dan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.

Perangkaat pada pemeriksaan menggunakan USG 4D mampu memberikan gambar yang bisa bergerak seperti film pendek, misalnya gambaran bayi menguap, mengisap jempol, dan menendang. Kisaran biaya yang harus Anda keluarkan untuk satu kali pemeriksaan USG 4D sebesar Rp 400.000-600.000. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, Anda dan pasangan dapat menanyakan pada pihak rumah sakit atau dokter kandungan Anda.

Tetap terhubung dan terinformasi di sini.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut hubungi 150-IVF atau 150-483, Senin – Sabtu pukul 07.00 – 20.00 WIB

Buat Janji

Newsletter

Dapatkan informasi dan tips terbaru dari Morula IVF mengenai program kehamilan dan bayi tabung